Robere &  Associates

Hati-hati! Bahaya Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Mengintai

page-title

Rutinitas pekerjaan yang menuntut kita untuk melakukan gerakan berulang tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan gangguan kesehatan. Salah satu gangguan kesehatan yang akan dibahas kali ini adalah Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Beberapa orang mungkin kurang familiar terhadap gangguan kesehatan ini, Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah salah satu jenis gangguan kesehatan yang diakibatkan dari gerakan berulang yang menekan syaraf medianus ,sehingga menghambat pengiriman ‘sinyal’ ke otak untuk menggerakan pergelangan tangan dan jari. Gejala awal yang dirasakan adalah nyeri, kesemutan hingga mati rasa di area pergelangan tangan, telapak tangan dan jari. Kebanyakan pekerja menganggap hal tersebut sepele, namun apabila Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dirasakan dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan kesalahan fungsi syaraf.

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk membahas perkembangan gangguan ini, sehinggan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dapat dilakukan pengobatan, baik secara medis maupun dengan merubah gaya hidup. Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dapat mempengaruhi produktivitas pekerja karena akan melakukan pekerjaan dengan kondisi yang tidak prima. Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dapat dilakukan pencegahan dengan melakukan aktivitas sebagai berikut:

  1. Hindari melakukan gerakan berulang dalam jangka waktu yang lama. Contoh: mengetik pada computer atau laptop, menulis, menggunakan mesin gerinda dan mesin rumput, pengemasan produk,dll. Apabila jenis pekerjaan kita menuntut untuk melaksanakan gerakan berulang dalam jangka waktu yang lama, maka dapat kita tingkatkan frekuensi untuk selalu melemaskan bagian otot dan syaraf di area pergelangan tangan dan jari seperti setiap 1 jam sekali melemaskan area tangan selama 3 – 5 menit.
  2. Mempertimbangkan faktor ergonomi khususnya pada area tangan dalam menjalankan proses pekerjaan.
  3. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dalam hal ini adalah sarung tangan yang tidak terlalu ketat.
  4. Hindari menggunakan jam tangan atau gelang yang ketat saat melakukan gerakan berulang.
  5. Memberikan bantalan pada tangan untuk mencegah syaraf terjepit
  6. Melakukan konsultasi kepada dokter terkait gejala Carpal Tunnel Syndrome (CTS), sehingga dapat dikendalikan lebih dini.

 

Disusun oleh : Hilman Badhi Adikara (Lead Consultant at Robere & Associates)