Robere &  Associates

Sudahkah MRT Menjadi Solusi ?

page-title

Jakarta adalah ibu kota Indonesia dengan 10 juta jiwa penduduk. Setiap hari lebih dari 4 juta penduduk Jabodetabek menempuh perjalanan ke dan dari kota setiap hari kerja. Bila diprediksi kemacetan akan membanjiri kota dan akan menjadi kemacetan lalu lintas yang sangat parah. Berbagai jenis transportasi umum di Jakarta seperti Bus, Bemo, Mikrolet hingga Mikrobus seperti Metromini, Kopaja, Transjakarta, dan KRL tidak terlalu berpengaruh mengurangi kemacetan di Jakarta maka dari itu diusunglah MRT.

PT MRT Jakarta, merupakan badan usaha milik daerah yang modalnya dimiliki Pemprov DKI Jakarta. Pembangunan dimulai tanggal 10 Oktober 2014 dan diresmikan pada 24 Maret 2019 MRT banyak menyita perhatian masyarakat Jakarta. Antusias tinggi masyarakat terlihat dari keramaian dan panjangnya tiap antrian untuk mencoba MRT. MRT Jakarta, singkatan dari Moda Raya Terpadu Jakarta atau Angkutan Cepat Terpadu Jakarta merupakan sistem transportasi transit cepat menggunakan kereta rel listrik. "Ratangga" nama julukan yang diberikan untuk layanan MRT. Kata ratangga sendiri diambil dari bahasa Jawa Kuno yang artinya "kendaraan beroda" atau "kereta".

Bagaimana masalah pelayanan? Pusat informasi, petugas keamanan siap siaga membantu penumpang yang membutuhkan arahan dan informasi. Dimulai dari pembelian tiket dan jadwal kedatangan serta keberangkatan MRT. Sama seperti di Singapura, Stasiun MRT di Jakarta menyediakan eskalator, tangga, dan lift (bagi orang yang berkebutuhan khusus).  Fasilitasnya tidak kalah dengan fasilitas di Bandara atau Stasiun kereta di Jakarta. MRT menyediakan eskalator, lift, toilet umum, toilet disabilitas, ruang menyusui, musholla, dan ruang kesehatan yang sudah dapat dipakai.

Sayangnya fasilitas tempat duduk di setiap peron dan tempat sampah di sekitaran stasiun MRT masih sedikit. Mesin tap di setiap stasiun MRT sering mengalami gangguan, misalnya saat kita sudah tapping dan sekatnya masih tertutup, lalu saat tap ulang ada tulisan kalau kartu ini telah terpakai. Kejadian ini sering terjadi di beberapa mesin sehingga membuat antrian jadi panjang dan petugas jarang terlihat.

Dengan semua kemudahan dan kelengkapan yang diberikan MRT, apakah sudah menjadi solusi yang tepat untuk mengurangi kemacetan Jakarta dan membuat warga Jakarta nyaman untuk terus menggunakan MRT? Di operasikannya MRT Jakarta tidak serta merta menjawab solusi kemacetan di Ibu Kota. Saat ini pemakaian kendaraan pribadi masih dominan. Akibatnya lebih banyak perpindahan kendaraan daripada perpindahan orang yang akhirnya menyebabkan kemacetan parah. Seharusnya sistem transportasi yang baik lebih banyak memindahkan orang dari pada memindahkan kendaraan. Untuk itu, perlu instrumen-instrumen kebijakan lain agar hal tersebut bisa didorong optimal.