Robere &  Associates

Ancaman Udara Bersih Di Jakarta

page-title

Kebutuhan udara bersih menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat. Akan tetapi udara bersih akhir-akhir ini mulai tercemar karena beberapa hal. Tidak lain tidak bukan karena banyak para penggunaan kendaraan bermotor dan gas hasil dari pembuangan pabrik atau industry. Buruknya kualitas udara menyebabkan masalah kesehatan yang cukup serius terutama bagi kelompok anak-anak, ibu hamil dan lansia.

Jakarta sebagai kota metropolitan tidak bisa tidak tercemar akibat gas dari hasil pembakaran sepeda motor dan gas hasil pembuangan pabrik. Lalu,apa yang sudah di lakukan pemerintah untuk mengatasi kondisi pencemaraan udara di Jakarta?

Menurut data dari detik.com yang mengacu pada aplikasi yang diluncurkan Greenpeace Indonesia rata-rata kualitas udara di Jakarta tidak sehat, misalnya warung buncit, Jakarta selatan yang menunjukan 224 Air Quality Index ( tidak sehat ), di Rawamangun, Jakarta Timur 182 AQI ( tidak sehat ), Mangga Dua, Jakarta Pusat 175 AQI ( tidak sehat ).  Kualitas udara yang ada di sejumlah titik ini akan berdampak pada munculnya penyakit pernafasan yang akan mengancam kesehatan masyarakat. Kualitas udara sehat adalah sekitar 0-51 ( baik), 51-101 (sedang),dan yang tidak sekitar 101-199 (tidak sehat),200-299 (sangat tidak sehat) serta 300-3000 (berbahaya).

Lalu apa yang pemerintah sudah lakukan untuk menangani hal ini?

Dalam menanggulangi hal ini pemerintah provinsi DKI Jakarta telah memasang alat untuk memantau kondisi udara di Jakarta yang sekarang telah dibuat ada 5 stasiun pemantau kualitas udara yang dikelola oleh Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah. Stasiun tersebut berada di Bundaran Hotel Indonesia, Perumahan dekat Kelapa Gading Mall, Jagakarsa , Lubang Buaya , dan Taman Perumahan Kebon Jeruk.

Menurut kalian udara bersih di Jakarta sekarang bagaimana?