Robere &  Associates

Sick Building Syndrome

page-title

Rasa tidak enak badan saat bekerja membuat mood berubah dan tidak bersemangat. Produktivitas kerja tidak stabil bahkan turun. Banyak yang sebut kalau ini adalah sick building syndrome yang belum ada obatnya atau tidak ada pengobatan yang spesifik. Mengatasi SBS bisa diterapkan dengan beberapa cara. Bisa dimulai dengan mengkonsumsi obat tidur supaya mengurangi rasa lelah dan tekanan yang sedang dihadapi.

1. Kurangi menatap layar hp atau laptop terlalu lama.Jika terasa lelah atau pusing sebaiknya berhenti sejenak untuk mengistirahatkan mata. Cari cara juga untuk mengatur dan memprioritaskan beban kerja yang sedang dikerjakan untuk mencegah stress.

2. Cari udara segar

Kita juga perlu menghirup udara segar jika kita bekerja di Gedung yang suasana ruangannya terlalu dingin, hal ini perlu dilakukan supaya kondisi tubuh bisa balik ke suhu normal serta rileks.

3. Pola makan dan Olahraga

Jika badan sudah berhasil dibuat tenang sekarang kita harus masuk ke dalam pola makan yang sehat dan rajin berolahraga. Faktor makanan dan gerak juga mempengaruhi kondisi tubuh yang gampang capek dan tidak enak badan. Kalau kita suka merokok tidak menjadi masalah namun harus diseimbangkan juga dengan pola hidup yang sehat supaya tidak menurunkan produktivitas kerja.

Berikut ini adalah sick building syndrome yang sering hinggap di tubuh kita:

  1. Batuk

  2. Pusing

  3. Diare

  4. Tremor

  5. Nyeri otot

  6. Masuk angin

  7. Meriang

  8. Mood yang tidak bagus juga masuk dalam jenis SBS.

Gejala SBS ini bisa terjadi pada saat yang bersamaan, bisa juga tidak tergantung kondisi medis masing-masing. Rata-rata gejala SBS ini bisa membaik saat kita keluar gedung karena suhu tubuh beradaptasi dengan suhu normal pada biasanya. Jika sindrom ini menjadi masalah terus menerus, kita perlu menceritakan hal ini dengan atasan untuk memberikan solusi atas kejadian yang membuat produktivitas kerja kita menurun.

Untuk beberapa tenaga ahli medis gejala SBS ini tidak bisa dan tidak cukup sesuai untuk disebut sebagai sindrom medis baru. Mungkin saja dari gejala-gejala yang tampak ada hubungannya dengan gejala medis yang lain.